Cara Mengatur Keuangan Bisnis Usaha Dagang Agar Tidak Rugi

cara mengelola keuangan usaha dagang atau bisnis

Apakah Anda sedang mencari cara mengatur keuangan bisnis? Apa saja yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan dalam sebuah bisnis atau usaha? Apa manfaatnya jika kita mengatur keuangan bisnis?

Mengetahui cara mengatur keuangan bisnis sangat bermanfaat untuk mengembangkan bisnis Anda. Keuangan bisnis adalah aspek yang sangat penting untuk kemajuan sebuah bisnis atau usaha. Entah itu usaha mikro, kecil, menengah, dan besar perlu adanya pengelolaan keuangan secara efektif.

Manajemen keuangan yang efektif dalam sebuah bisnis dapat membantu pengusaha membuat keputusan yang tepat terkait finansial. Agar usaha berkembang, yuk terapkan 8 cara mengatur keuangan bisnis berikut ini.

1. Pisahkan Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi

Hal pertama yang sebaiknya dilakukan sebagai cara mengatur keuangan bisnis adalah memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Apakah Anda sudah membuat keuangan pribadi dan bisnis terpisah? Jika belum, cobalah untuk mulai membedakan antara keuangan bisnis dan keuangan personal.

Jika memungkinkan, buat satu rekening khusus untuk keuangan bisnis. Saat ada uang hasil usaha, maka masukkan ke rekening khusus bisnis tersebut. Dan jika ada pengeluaran yang berkaitan dengan usaha Anda, maka gunakan uang dari rekening bisnis. Dengan membedakan keuangan bisnis dan pribadi maka Anda tahu pasti berapa pendapatan, pengeluaran, dan profit alias keuntungan dari bisnis. 

2. Kelola Hutang Piutang dengan Efektif

Dalam bisnis biasanya ada yang namanya hutang piutang. Salah satu cara mengatur keuangan bisnis adalah dengan mengelola hutang piutang secara efektif. Apa yang dimaksud dengan hutang piutang dalam bisnis?

Hutang artinya kita meminjam uang kepada pihak lain untuk keperluan bisnis sedangkan piutang artinya penundaan pembayaran oleh konsumen yang telah menerima barang atau jasa kita. Jika punya hutang kita wajib membayar tagihan sedangkan jika punya piutang kita akan mendapatkan pembayaran sesuai kesepakatan yang kita buat dengan konsumen. Intinya, saat berhutang kita wajib membayar sedangkan saat punya piutang kita berhak mendapatkan pembayaran dari orang yang berhutang sama kita.

Mengelola hutang piutang secara efektif sangat penting untuk menjaga arus kas yang sehat sehingga bisnis berjalan lancar. Jika kita punya hutang, usahakan untuk membayar tepat waktu ya. Kelola hutang agar kita bisa melunasinya dengan cepat. Jika punya piutang, tindak lanjuti agar kita mendapat pembayaran yang telah jatuh tempo. Terapkan kebijakan yang sesuai agar kredit lancar sehingga kita mendapatkan pembayaran tepat waktu.

3. Catat Semua Transaksi Finansial Secara Akurat

Cara mengatur keuangan bisnis adalah dengan mencatat semua transaksi keuangan secara akurat. Catat setiap ada uang masuk dan uang keluar. Jangan sampai terlewat ya. Mencatat semua transaksi finansial penting dilakukan dalam pengelolaan keuangan bisnis.

Catatan ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kesehatan keuangan bisnis Anda. Dengan mencatat secara cermat setiap aliran dana masuk dan keluar, pengusaha dapat mengetahui jumlah pemasukan, memantau pengeluaran, dan mengidentifikasi tren dari waktu ke waktu. 

Pencatatan ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat terkait finansial dan mendeteksi jika ada kesalahan dalam perhitungan keuangan bisnis. Jadi, penting banget ya untuk punya catatan semua transaksi baik itu saat uang masuk maupun uang keluar.

4. Buat Rencana Anggaran Biaya Usaha

Apakah Anda terbiasa membuat rencana anggaran biaya usaha? Jika belum, cobalah untuk membuat rencana anggaran untuk bisnis Anda. Membuat budget atau rencana anggaran biaya usaha adalah salah satu cara mengatur keuangan bisnis secara efektif.

Rencana anggaran biaya atau disingkat RAB adalah dokumen yang berisi perencanaan anggaran belanja yang dibuat untuk mengontrol keuangan pada sebuah usaha atau bisnis. Rencana anggaran ini dibuat untuk jangka pendek atau jangka panjang. RAB berisi data pemasukan periode sebelumnya dan rencana pengeluaran. Dalam RAB, Anda perlu mencatumkan semua kategori pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis atau usaha. 

Misalnya jika Anda punya usaha cuci sepeda motor maka buat rencana anggaran biaya yang berisi biaya operasional seperti shampoo dang pengkilap motor, biaya listrik dan air per bulan, gaji karyawan jika punya karyawan, biaya sewa tempat jika lahan bukan milik sendiri, biaya promosi dan sebagainya. Pastikan jumlah rencana anggaran bulan ini lebih kecil daripada total pemasukan bulan lalu.

Baca juga:

5. Analisis Apakah Bisnis Surplus atau Defisit

Setelah membuat rencana anggaran biaya usaha, langkah berikutnya sebagai cara mengatur keuangan bisnis adalah menganalisis apakah bisnis Anda surplus atau defisit. Mengetahui kondisi bisnis saat ini adalah aspek penting dalam manajemen keuangan.

Bagaimana caranya tahu apakah bisnis surplus atau defisit? Cara menghitung defisit dan surplus sebuah bisnis adalah dengan mengurangi total pemasukan dan total pengeluaran. Kondisi surplus sama dengan total pemasukan dikurangin total pengeluaran hasilnya positif alias untung. Sedangkan kondisi defisit sama dengan total pemasukan dikurangi total pengeluaran hasilnya negatif alias rugi.

Misalnya total pemasukan usaha cuci sepeda motor Rp3.600.000 dan total pengeluarannya adalah Rp2.100.000. Jika total pemasukan dikurangi pengeluaran, maka hasilnya positif yaitu untung Rp1.500.000. Tapi kalau nambah pegawai dan total pengeluaran lebih besar daripada total pemasukan, maka usaha cuci motor menjadi defisit. Kerugian biasanya ditutupi dengan berhutang atau menggunakan uang tabungan dari pemilik usaha. Kalau terus menerus defisit, lama-lama uang tabungan bisa terkuras habis. Jadi, pastikan kondisi bisnis Anda surplus ya.

6. Sisihkan Dana untuk Keperluan Darurat sebagai Cara Mengatur Keuangan Bisnis Usaha

Hal berikutnya sebagai cara mengatur keuangan bisnis adalah menyisihkan dana untuk keperluan darurat. Dalam dunia akutansi, dana darurat bisnis sering disebut dengan istilah cadangan modal atau dana ditahan. Dana darurat bisnis akan memberi Anda kepercayaan diri saat menghadapi situasi di luar dugaan.

Kumpulkan dana darurat yang setara dengan 3x sampai 6x total pengeluaran per bulan. Misalnya total pengeluaran usaha cuci sepeda motor dalam sebulan adalah Rp2.100.000 maka, kumpulkan dana darurat sebesar Rp6.300.000 sampai Rp12.600.000. Tapi jumlah uang ini nggak harus dikumpulkan sekaligus ya. Pelan-pelan saja. Saat bisnis sedang bagus, sisihkan lebih banyak pendapatan untuk dana darurat. 

Kita nggak pernah tahu hal yang terjadi di masa depan. Jadi nggak ada salahnya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hal-hal darurat. Misalnya saat bisnis sedang lesu tapi harus tetap membayar gaji karyawan atau saat adanya kerusakan alat kerja akibat musibah atau bencana alam.

7. Kendalikan Pengeluaran sebagai Cara Mengatur Keuangan Bisnis Usaha

Langkah berikutnya sebagai cara mengatur keuangan bisnis adalah mengendalikan pengeluaran agar lebih hemat. Lakukan review tentang pengeluaran atau transaksi bisnis dalam satu bulan. Mungkin Anda akan mendapatkan area pengeluaran yang berlebihan.

Analisis apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan itu untuk hal-hal yang penting dan berpengaruh terhadap kelancaran bisnis Anda. Jangan sampai Anda mengeluarkan uang terlalu banyak untuk sesuatu yang hanya punya pengaruh kecil dalam bisnis.

Selain itu, Anda juga bisa memastikan bahwa biaya produksi tetap rendah dan efisien. Cari bahan-bahan produksi alternatif tanpa mengurangi kualitas produk atau jasa yang Anda miliki. Mengendalikan pengeluaran adalah strategi yang efektif dalam pengelolaan keuangan bisnis. 

Jangan lewatkan:

8. Tentukan Tujuan Finansial sebagai Cara Mengatur Keuangan Bisnis Usaha

Menentukan tujuan keuangan adalah salah satu cara mengatur finansial bisnis Anda. Apakah sebagai penguasaha Anda punya tujuan finansial yang ingin dicapai untuk bisnis Anda? Jika belum punya, coba bikin satu tujuan finansial. Mulai dengan jangka pendek dulu ya.

Tujuan finansial membantu kita untuk mengatur prioritas keuangan, mengelola pengeluaran dengan bijak, dan membangun bisnis yang lebih baik secara finansial. Menetapkan tujuan finansial dalam bisnis memberikan kejelasan dan fokus dalam mengelola keuangan.

Setelah punya satu tujuan finansial, tentukan target waktu yang realistis ya. Contoh tujuan finansial dalam bisnis adalah mencapai target penjualan sekian juta dalam waktu 6 bulan. Ingat, targetnya harus realistis sehingga mungkin dicapai dalam waktu yang telah ditentukan.

***

Itulah 8 cara mengatur keuangan bisnis. Apakah Anda punya cara lain mengatur keuangan dalam sebuah usaha atau bisnis secara efektif? Atau ingin request hal yang mau kita bahas di channel Uang Ngalir Terus? Silahkan komen di bawah ya. Silahkan share artikel ini jika bermanfaat. 

Kalau mau nonton versi video, ada di channel YouTube Uang Ngalir Terus. Jangan lupa subcribe agar tidak ketinggalan informasi dan tips keuangan yang inspiratif dan bermanfaat. Yuk simak videonya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Scroll to Top